Selamat Datang di Dentang
Mendengar Anak, Memahami Dunia
DENTANG hadir untuk mendengar cerita anak, memahami dunia mereka, dan berbincang tentang keluarga, pendidikan, serta pengalaman yang menemani proses tumbuh.
Kami hadir bersama:
Ibu Ainun Habibie
Figur Inspirasi Dentang
Executive Statement
“Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang dan saya bentuk sendiri pribadinya?”
— Ainun Habibie
Pendidikan pertama-tama tumbuh dari rumah—melalui kehadiran orang tua, perhatian yang tulus, keteladanan dalam keseharian, dan relasi yang membentuk rasa aman serta nilai-nilai kehidupan. Sekolah kemudian memperluas pengalaman itu menjadi pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk hidup bersama.
— Dentang
Therefore, DENTANG carries the spirit:
RESONATE • MATTER • IMPACT
Artikel Terbaru
Cerita, gagasan, dan perspektif terbaru tentang anak, keluarga, pendidikan, dan kehidupan yang layak untuk didengar.
Dari Crayon hingga Klaim Buku: Perjalanan Kecil di Gramedia
Dentang.co.id – Kadang, yang mencuri perhatian kita bukan suatu incaran awal dalam suatu perjalanan. Begitu pula dengan dunia anak. Awalnya…
Meniru: Cara Anak Belajar dan Mengenal Kemampuannya
Dentang.co.id – Ada satu hal yang sering membuat saya tersenyum ketika melihat anak bermain dengan prabotan dan atau peralatan yang…
Ketika Anak Belajar Menjadi Teman
Dentang.co.id – Ada pemandangan yang kelihatannya biasa saja: dua anak duduk berdekatan, bermain dengan dunia kecil yang mereka bangun sendiri.…
Tumbuh Bersama Apa yang Dialami
Setiap anak tumbuh dari rasa ingin tahu, permainan, percakapan, lingkungan, dan pengalaman sehari-hari. DENTANG hadir untuk mendengar cerita-cerita kecil itu dan melihat bagaimana anak, keluarga, dan lingkungan bersama-sama membentuk proses tumbuh kembangnya.
- Anak belajar melalui bermain
- Rasa ingin tahu perlu ruang
- Keluarga adalah tempat pertama belajar
- Lingkungan ikut membentuk pengalaman anak
Apa Kata Mereka?
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.”
Ki Hadjar Dewantara
“Negara itu adalah anak-anak kita sendiri, dan siapa yang akan membimbing mereka? Tidak lain adalah ibu-ibu perkasa, ibu-ibu yang hebat.”
Ibu Sinta Nuriyah Wahid
“Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional, kalau anak saya tidak bisa saya timang dan saya bentuk sendiri kepribadiannya.”